Harga Buyback Emas Antam Tembus Rp1,8 Juta, Melonjak 32% Sejak Awal Tahun
Pagi ini, kabar menggembirakan datang bagi para pemegang emas Antam. Harga buyback, atau harga yang ditawarkan Antam untuk membeli kembali emas batangan dari konsumen, melonjak cukup tajam. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, Jumat (8/8/2025) nilai buyback naik Rp16.000 menjadi Rp1.805.000 per gram.
Lonjakan ini bukan sekadar kenaikan harian biasa. Jika ditarik ke awal tahun, harga buyback sudah terkerek lebih dari 32%. Bahkan, pada April lalu, sempat mencatat rekor Rp1.888.000 per gram, sebelum bergerak datar dan sedikit terkoreksi di awal Agustus.
Buyback Emas Itu Apa Sih?
Banyak yang mengira buyback hanyalah istilah keren untuk “jual emas lagi”. Padahal, ada aturan dan mekanismenya. Buyback adalah proses ketika kita menjual kembali emas, baik batangan, logam mulia, maupun perhiasan, ke pihak yang mengeluarkannya, dalam hal ini Antam.
Biasanya, harga buyback sedikit di bawah harga jual emas di pasaran. Namun, kalau kita membeli emas di harga rendah dan menjualnya kembali saat buyback tinggi, selisihnya bisa jadi keuntungan yang lumayan.
Menurut PMK No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenai PPh 22. Tarifnya 1,5% untuk yang punya NPWP dan 3% bagi yang belum punya. Pajaknya langsung dipotong saat transaksi.
Kenapa Bisa Naik Segini Tingginya Emas Antam?
Jawabannya ada di pasar global. Jumat ini, harga emas spot dunia menguat 0,7% ke US$3.392,65 per troy ounce, menyentuh level tertinggi sejak 23 Juli. Kontrak emas berjangka AS juga ikut terdongkrak 0,6% ke US$3.453,70.
Menurut analis senior Zaner Metals, Peter Grant, ada dua faktor utama. Pertama, memanasnya ketegangan dagang internasional. Kedua, eskalasi konflik geopolitik. Presiden AS Donald Trump baru saja memberlakukan tarif impor tinggi untuk sejumlah negara. Responnya, negara seperti Swiss, Brasil, dan India langsung bergerak cepat membuka meja perundingan baru.
Dari Timur Tengah, situasi tak kalah panas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan target menguasai penuh Gaza, membuat pasar khawatir konflik bakal makin meluas. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai aset aman.
Suku Bunga Rendah, Dolar Melemah
Selain faktor politik, ada juga dukungan dari sisi moneter. Suku bunga rendah membuat investasi di instrumen lain kurang menarik sehingga emas terlihat lebih menggoda. Data terbaru juga menunjukkan klaim pengangguran di AS mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir.
Kondisi ini membuka peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga. Jika itu terjadi, biasanya dolar AS melemah dan harga emas cenderung makin naik. “Data ini memperkuat ekspektasi pasar soal pelonggaran moneter,” kata Grant.
Apa Artinya untuk Investor Ritel?
Kenaikan buyback Antam ke Rp1,8 juta per gram adalah momentum yang jarang terjadi. Bagi investor jangka panjang, ini bisa menjadi waktu untuk take profit. Namun, bagi yang baru ingin masuk, perlu diingat bahwa harga emas sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan bank sentral. Strateginya adalah membeli secara bertahap, tidak terburu-buru, dan selalu memantau perkembangan berita dunia.